Peduli Pelaku Usaha Terdampak Covid-19, Istri Bupati Pesawaran Serahkan Bantuan

167

WAYKHILAU, WII – Ketua Dekranasda Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi, serahkan langsung bantuan paket sembako kepada para pelaku usaha terdampak Covid-19 di Kecamatan Way Khilau, Senin (06/07)

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran kepada masyarakat pelaku usaha ditengah pandemi covid-19 di Bumi Andan Jejama.

“Wabah corona atau covid-19 membuat tatanan ekonomi dan perdagangan menjadi terganggu, dampak itulah yang membuat pemerintah harus turut membantu meringankan beban ekonomi keluarganya,” Ujar Nanda Indira dalam sambutanya.

Dirinya berharap bantuan paket sembako yang dimaksud langsung didistribusikan kepada penerima dan tidak mengendap disatu titik.

“Tadi kita berikan secara simbolis kepada tiga penerima saja, saya minta kepada Pak Kades Mada Jaya untuk langsung mendistribusikan jangan sampai tersendat,” tukas Istri Bupati Pesawaran tersebut.

Dia mengingatkan kepada masyarakat agar tetap mengenakan masker dan menerapkan pola hidup sehat dikeluarga dan lingkungannya.

“Tetap pakai masker ya, jaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dimasing-masing keluarga dan lingkungannya. Patuhi himbauan pemerintah tentang penanggulangan penyebaran covid-19, agar kita semua terhindar dari wabah corona,” tuturnya.

Penyerahan bantuan sembako tersebut dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran yang terdampak covid-19 kapada para IKM, Pedagang, UMKM dan pelaku usaha transportasi tahun 2020 diberikan di Kantor Desa Bayas, Mada Jaya dengan masing-masing diberikan 175 paket sembako dan Desa Sukajaya 55 paket sembako untuk pengrajin dari Kecamatan Way Khilau, Kedondong dan Way Lima.

Hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Camat Way Khilau Ahmad Rosani, Kadis Perindag Sam Herman, Kadis Koperasi dan UKM Sri Hartati, Kepala PPKB Kabupaten Pesawaran Maysuri dan jajaran. (De/WII)

Facebook Comments
BACA JUGA:  Pekerja - Honorer Upah di Bawah Rp5 Juta bakal Dapat Bantuan Rp600 Ribu, Aleg Nyumarno: Pendataan Harus Sesuai Fakta