Webinar Pushirosal diikuti 35 Negara, Termasuk Rusia dan USA, Ini Kata Kasal Laksamana Yudo Margono

  • Bagikan
Kasal Laksamana TNI Yudo Margono. Foto: dok Pushidrosal for WAKTUINDONESIA.ID

JAKARTA, WII – Webinar atau Seminar Daring yang digelar Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2020 diikuti 35 negara, di antaranya dari Australia, Brazil, France, Germany, Hongkong, India, Japan, Madagascar, Malaysia, Mexico, New Zealand, Nigeria, Norway, Philippines, Polandia, Russia, United Kingdom, serta USA.

Webinar itu merupakan salah satu kontribusi nasional bagi komunitas hidrografi internasional.

Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, dalam keynote speech pada Webinar internasional yang digelar Pushidrosal dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2020, dengan topik “Autonomous Technologies Hydrographic Office Challenges and Opportunities”, Selasa (1/9/2020).

Menurutnya, kehadiran autonomous technologies atau teknologi otonomi dalam bidang hidrografi sangat penting. Teknologi otonomi dengan metoda baru yang cepat dan efektif dalam hal pemetaan laut sehingga dapat menghasilkan peta laut yang akurat dan dapat diandalkan. Hal ini sangat membantu dalam percepatan dan cakupan dalam kegiatan survei hidro-oseanografi.

“Sebagai negara kepulauan, Indonesia dengan lembaga hidrografinya menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi untuk mendukung visi pemerintah dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” katanya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Waktuindonesia.id, Rabu (2/9).

Sementara itu Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan, di tengah pandemi covid-19, maka penyelenggaraan seminar internasional dilakukan dengan cara virtual. Meskipun demikian, tidak mengurangi antusiasme komunitas hidrografi dunia untuk mengikuti kegiatan yang digelar Pushidrosal ini.

“Mengingat letak geografis Indonesia, yang berada di antara dua benua dan dua samudera, Indonesia harus mempunyai peran penting. Untuk itu ketersediaan data dan informasi hidro-oseanografi sangatlah penting bagi pembangunan sektor kemaritiman, konektivitas antar pulau dan guna mendukung poros maritim dunia. Hidrografi bukan hanya sekedar peta laut. Hidrografi adalah kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut suatu negara,” katanya.

BACA JUGA:  Pushidrosal Sukseskan Serbuan Vaksinasi Covid-19 bagi Prajurit dan PNS TNI AL

Diketahui, acara itu menghadirkan beberapa pembicara, baik dari dalam maupun luar negeri, di antaranya RADM Luigi Sinapi (Direktur IHO) dan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Keynote Speaker, Hans Christoffer Lauritzen (Direktur Primar/ Norwegia), Trias Aditya PhD (Geodesi UGM), Ole Kristensen (SW Manager EIVA Maritime Survey and Contruction Solutions Denmark), serta Yudi Hendarto (Direktur Explora Prima Survey Specialist).

Webinar ini mendapat antusiasme yang tinggi, baik di lingkup nasional maupun internasional. Pendaftar sejumlah 887 orang, dan participant maksimum online zoom 340 dan youtube online 120. Dari lingkup nasional, para peserta terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya dari Kemenkomar, KemHan, Kemenhub, BPN/ATR, BIG, BPPT, KKP, KemenESDM, KemenPUPR, KNKT, BNPB, Bakamla, Bappeda, LAPAN, KemLu, KemPariwisata Ekononi Kreatif, TNI-Polri, BUMN/swasta dan professional, serta Perguruan Tinggi.

Sementara, beberapa pejabat yang hadir antara lain, Sekjen IHO dan beberapa direktur, Chairman dan Direktur Seabed2030 Gebco, National Hydrographer dari India, New Zealand; Malaysia; Singapore, Kementerian Lembaga, serta pejabat di lingkungan TNI, dan Lembaga nasional lainnya.

(esa/WII)

  • Bagikan