Siaga! Potensi Awan Panas Gunung Sinabung 700 Derajat Celcius Kecepatan 100 Km per Jam

671

KARO, WAKTUINDONESIA – Akhir-akhir ini, aktivitas Gunung Api Sinabung terus mengalami peningkatan yang menyebabkan volume kubah lava yang saat ini terbentuk di puncak gunung mencapai sekitar dua juta meter kubik.

Besarnya volume kubah lava berpotensi terjadinya awan panas guguran. Karena letaknya sangat labil, maka guguran akan dipengaruhi dari dua sisi, yakni pergeseran atau pertambahan volume kubah lava dari dorongan magma dari perut bumi dan munculnya gempa-gempa kecil di sekitar gunung maupun gempa Low Frekwensi dan gempa Hybrid/Fase Banyak.

Hal ini diutarakan Pengamat Gunung Api Sinabung, Armen Putra kepada wartawan Kamis (5/11)  melalui telepon selulernya.

Sampai saat ini pihak pengamat gunung api belum dapat mengukur volume kubah lava di puncak gunung dengan alat yang tersedia di kantor, karena puncak selalu ditutupi kabut.

“Namun berdasarkan amatan secara visual yang dapat dilihat di saat-saat tertentu, ditaksir sudah mencapai sekira dua juta meter kubik,” tuturnya.

Besarnya volume ini, sangat berpotensi terjadinya guguran awan panas yang sangat tinggi. Untuk itu, perlu diketahui tingkat kepanasan awan panas sekitar 700 derajat selsius serta kecepatan luncuran awan panas sekitar 100 Km/jam.

Meskipun status Sinabung masih berada pada  level III (siaga) tapi  tetap direkomendasikan jangan memasuki zona merah (red)

“Berdasarkan peristiwa awan panas yang pernah terjadi di Desa Suka Meriah Kec.  Payung dan Desa Gamber, Berastepu Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo, hendaknya masyarakat selalu tetap waspada,” jelas Armen.

Komandan Relawan Pilar Sinabung (Larsi) Jeremia Bangun  didampingi Pelin Depari kepada wartawan menyebutkan, dari dua kali peristiwa awan panas yang pernah terjadi dan merenggut nyawa manusia puluhan orang di Desa Suka Meriah, Sabtu (1/2/2014) silam dan Desa Gamber, Sabtu (21/5/2016) warga diharapkan tetap waspada.

BACA JUGA:  Kapolda Resmikan 5 Polsek di Sumut, Ini Lokasinya

Saat awan panas menyapu warga di Desa Suka Meriah, yang menyebabkan korban jiwa 11 orang dan tiga orang korban yang sempat dirawat di rumah sakit Adam Malik Medan yang akhirnya meninggal dunia.

Sedangkan peristiwa awan panas di Desa Gamber yang menelan korban jiwa di tempat sebanyak 6 orang dan tiga lainya kritis, sempat dirawat di rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia.

Pengalamannya saat ikut mengevakuasi korban awan panas yang meninggal dunia di Desa Suka Meriah, Ujar Jeremia yang juga mantan kepala Desa Perteguhen ini.

Laporan Pengamat Gunung Api Sinabung priode pengamatan dari pukul 06.00-12.00 yang dirilis pukul 12.12, Kamis (5/11/2020) ada tercatat ada dua kali terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 2000 meter mengarah ke Timur dan Tenggara.

Guguran bukan awan panas sejumlah 15 kali, Amplitudo : 3-72 mm, Durasi : 12-55 detik), Low Frekuensi 7 kali, Amplitudo : 2-3 mm, Durasi : 7-22 detik
dan Hybrid/Fase Banyak berjumlah 22 kali, Amplitudo : 2-11 mm, S-P : 0 detik, durasi : 6-15 detik.

Namun sekitar pukul 13.47, terjadi lagi awan panas guguran sebanyak satu kali, dengan jarak luncur 1.500 meter, Amplitudo 110 mm berdurasi 154 detik.

Pantauan awak media, warga yang bermukim di seputaran lingkar Sinabung, kesannya tidak terlihat khawatir, walaupun situasi peningkatan aktivitas Sinabung saat ini,  padahal  volume kubah lava sekitar dua juta meter kubik di puncak gunung dan sewaktu-waktu bisa mengalami guguran.
(rek/wii)

Facebook Comments