Generasi Islam mulai sejak dini dituntut agar dapat menguasai Alquran mulai dari cara membaca Alquran yang baik dan benar sesuai dengan tajwid dan makhraj, serta memahami makna yang terkandung dalam setiap ayat-ayatnya.
“Karena itu dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan, khususnya dalam pembangunan mental spiritual. Pemkab Pesibar memberikan perhatian terhadap keberadaan guru ngaji ini. Termasuk memberikan pelatihan pendidikan guru ngaji yang di selenggarakan oleh PGNI Pesibar,” paparnya.
Chrisna berharap kegiatan itu dapat dilaksanakan berkesinambungan, terlebih saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi sudah maju dan berkembang pesat yang tentunya juga memiliki dampak negatif bagi generasi muda Islam. “Untuk mengatasi dampak negatif tersebut salah satunya dengan meningkatkan kualitas pengetahuan pemahaman dan pengamalan kandungan Alquran, yang keberhasilannya juga sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya kualitas kompetensi guru ngaji,” pungkasnya. (ers/WII)





