Di perjalanan, keretanya (R2-nya) itu sempat mogok tiga kali. Meski begitu tak menyurutkan niatnya, ia terus berupaya, dan akhirnya lukisannya diterima Kapolres Ikhwan Lubis.
Saat ditanya wartawan,
Marbun hanya menceritkan motivasinya atas lukisan dan perjuangannya yang tak mudah untuk menyerahkan kepada yang ia anggap berhak memilikinya.
“Saya sangat kagum kepada sosok Kapolres yang berjiwa sosial ini. Saya juga terinspirasi untuk melukis saat melihat Foto beliau yang ada di papan reklame dan membuat sebuah lukisan untuk saya berikan langsung kepada sosok orang baik ini,” katanya.
“Saya juga ingin ikut dalam gerakan sedekah Jum’at yang selalu bersedekah di setiap Jum’atnya. Saya ingin orang seperti saya dan teman lain seperti saya bisa ikut bersedekah kepada warga yang tidak mampu. Saya berharap akan banyak petinggi yang berjiwa sosial seperti Kapolres AKBP Ikhwan Lubis ini,” ucap Marbun.
Sementara Kapolres Ikhwan Lubis mengapresiasi atas semangat warga disabilitas yang menyandang tuna rungu dan wicara untuk ikut bersama dalam relawan sedekah Jumat.
“Saya menerima kreasinya dalam bentuk lukisan yang dibuatnya sendiri untuk saya. Untuk itu, saya juga merespon harapan mereka untuk bekerja sama dalam gerakan sedekah Jumat yang saya bina. Sampaikan kepada sahabat kita disabilitas yang ada,” tutup kapolres.
Laporan: Zulfauzan, Batubara
Editor: (esa) Merly Sentosa





