Balita itu Minta Uang Jajan Kemudian Ditemukan Meninggal Mengambang, Ini Kata Polisi

  • Bagikan

DENTETELADAS, WAKTUINDONESIA – Warga Kampung Pendowo Asri, Denteteladas, Tulangbawang (Tuba) geger atas hilangnya seorang balita perempuan RAP (2,6), Sabtu (2/1) sore.

Keluarga akhirnya melapor ke polisi sekitar pukul 20.00WIB.

Selang sekitar empat jam, upaya petugas dan warga membuahkan hasil, Minggu (3/1) sekitar pukul 00.06WIB.

Sayang, saat ditemukan, bocah malang itu telah meninggal dunia. Jasadnya mengambang di lebung galian pasir yang berjarak 500 meter dari rumahnya.

Demikian ditandaskan Kapolsek Dente Teladas AKP Rohmadi mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, Minggu (3/1/2021).

Menurut Kapolsek Rohmadi, balita itu dilaporkan hilang setelah ia minta uang jajan kepada neneknya Suk (55).

“Hari Sabtu (2/1) sekitar pukul 16.00 WIB, korban meminta uang kepada neneknya Suk untuk membeli jajanan ke warung milik Sum (45) yang berjarak 50 meter dari rumah korban. Usai membeli jajanan korban pulang dan meminta jajannya dibukakan oleh neneknya. Setelah jajannya habis, korban kembali meminta uang Rp1.000 untuk kembali membeli jajan,” kata Kapolsek Rohmadi.

Suk kembali memberikan uang yang diminta sang balita. Suk lantas kembali ke dapur untuk memasak.

Selang beberapa saat, Suk kembali ke teras rumah, namun RAP belum juga pulang.

“Nenek korban berusaha mencari dan korban tidak kunjung ditemukan, hingga akhirnya pukul 20.00 WIB, warga melaporkan kejadian hilangnya korban ke Mapolsek Dente Teledas,” terang Kapolsek Rohmadi.

Polisi dan warga melakukan pencarian. Setelah sekitar empat jam, RAP berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi mengambang di air yang terdapat pada lebung galian pasir.

“Korban ini ditemukan oleh saksi GA (18), warga setempat yang juga turut melakukan pencarian,” jelasnya.

Polisi pun mengidentifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

BACA JUGA:  Pemkab Dairi Siaga Atasi Longsor Lae Pandaroh – Letter S Sidikalang

“Hasil visum et repertum (VER) yang dilakukan oleh petugas medis terhadap korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban dan kuat dugaan korban meninggal karena tenggelam.”

“Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan kepada petugas,” tandasnya.

(yan/WII)

  • Bagikan