Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Miliyaran Dikeluhkan Petani

  • Bagikan

WAYKHILAU, WAKTUINDONESIA – Proyek pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Kubu Batu Kecaman Waykhilau, yang menelan anggaran lebih dari 1 Milyar TA 2020 di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesawaran diduga asal jadi guna keuntungan pribadi.

Hal tersebut dikeluhkan oleh petani yang ada di Desa setempat yang menilai bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dan memiliki kualitas buruk

“Saya kurang faham proyek apa dan siapa yang mengerjakan ini, karena plang proyeknya tidak ada disini, ya mungkin di Desa lain karena saluran irigasinya kan panjang,” tegas salah seorang petani, Sabtu (9/1).

“Yang saya kecewa kualitasnya, baru dua bulan bapak bisa lihat sendiri sudah banyak bagian yang hancur, padahal saluran ini sangat dibutuhkan petani,” timpalnya lagi.

Ditambahkan, dirinya mempertanyakan jumlah anggaran yang dikucurkan guna kepentingan masyarakat namun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Ya mungkin untuk anggaran negara pengerjaan ini gak kecil jadi kerjaannya harus sesuai, ini masih banyak yang belum dikerjakan, makanya saya bertanya apakah memang pekerjaannya seperti ini nganclong-nganclong (lompat-lompat-red), yang bagus yang direhab yang rusak tidak direhab,” tambahnya dengan nada kesal.

Investigasi yang dilakukan media ini menemukan fakta bahwa, proyek tersebut senilai 1,2 Milyar dan dikerjakan oleh pihak ketiga (rekanan) CV Acim Perdana.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesawaran Zainal Fikri, saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, belum bisa dikonfirmasi.

(Apr/Rob/WII)

BACA JUGA:  Tak Kuat Menahan Nafsu, Pemuda Bandar Lampung Cabuli Mantan Pacar
  • Bagikan