2 Tahun Anggaran Proyek tak Kunjung Rampung, LAMI Karo bakal Lapor Kejati

222

KARO, WAKTUINDONESIA – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) megaku mencium aroma tak sedap proyek di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karo.

LAMI bahkan bakal melaporkan temuannya terkait pengunaan anggaran 2019 dan 2020 ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut.

Demikian dikatakan Sekretaris DPC LAMI Karo, Jhon Ginting, kepada Waktuindonesia, di Kabjahe, Selasa (12/1/21).

Dikatakan, pengunaan anggaran tersebut mengacu dengan sejumlah pekerjaan proyek yang diduganya tidak sesuai spesifikasi teknis.

“Itu akibat adanya dugaan konspirasi antara konsultan, PPK dan pihak rekanan sehingga ada dugaan indikasi penyimpangan penyelewengan keuangan negara berdampak pada hasil pekerjaan proyek,” sebut Jhon Ginting.

“Diketahui adanya niat kotor mengunakan Keuangan Negara terhadap pekerjaan proyek hingga tak kunjung selesai dikerjakan sesuai dengan kontrak kerja,” papar Jhon Ginting lagi.

Lebih lanjut Jhon Ginting menjelaskan, sejumlah pekerjaan proyek di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karo terindikasi jauh menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Bahwa dengan melaksanakan RAB, dapat berfungsi bagi proyek yaitu, 1 Menetapkan jumlah total biaya. 2 Jumlah material yang dibutuhkan. 3 Menjadi dasar penentuan kontraktor. 4 Mengetahui peralatan yang dibutuhkan,” ujarnya.

“Dasar inilah yang kami lihat dalam pengerjaan proyek penataan taman bunga Di objek wisata Gundaling yang dikerjakan oleh CV. Chansari Abadi Sejahtera dengan nomor Kontrak 170/PPK.DEST/XI/2020,” selanya.

Selain itu, dugaan penyimpangan pekerjaan proyek rumah pohon di Gundaling dan Rumah Pohon di Taman Mejuah Juah Open Stage Berastagi. Dan masih banyak lagi pekerjaan proyek yang terkendala di Tahun Anggaran 2019,” tutur sekretaris LAMI Karo ini.

“Untuk itu LAMI segera membuat surat resmi menindaklanjuti temuan pengunaan anggaran Tahun 2019 (pembangunan kios di Sipiso piso) dan Tahun 2020 kemarin ke Kejati,” tegas John Ginting mengakhiri.

BACA JUGA:  Asyikk.. Ada Taman Wisata Baru di Baradatu

Waktuindonesia.id berupaya mengonfirmasi indiksi yang disebut LAMI Karo itu, kepada Kepala Dinas selaku Pengguna Anggaran (PA) maupun PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Namun sayang tidak pernah meresponnya.

Wartaqan di Karo berkali-kali mendatangi Kantor Disparbud Karo, juga tidak pernah berjumpa dengan kedua oknum tersebut.

Laporan : Bambang F, Karo – WII

Facebook Comments