Menurutnya, di hari raya sebelum Covid-19, ia mampu menjual habis satu ekor sapi per hari.
Namun kini, di tengah wabah coronavirus, hal tersebut berbanding terbalik dengan saat ini.
“Sebelum ada Covid-19 pasar selalu ramai jadi sehari kita bawa seekor sapi bisa habis kalau sekarang ini satu ekor saja bisa dua sampai tiga hari tidak habis,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan di awal bulan Ramadan 1442 Hijriah daging sapi miliknya tidak laku di pasaran.
“Pas awal puasa itu malah tidak laku karena harganya tinggi,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Junaidi (50) pedagang daging di Pasar Gedongtaan Ia menyebut kenaikan harga daging menyebebakan menurunnya minat masyarakat untuk membeli daging.
“Ya karena mahal jadi masyarakat lebih memilih daging ayam dari pada daging sapi jadi ya daging yang saya jual lama habisnya,” tutupnya.
(apr/WII)





