Parosil pun mengutarakan pandangannya mengenai tema HSN 2021 ‘Santri Siaga Jiwa Raga’, ialah sebagai bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga untuk mempertahankan nasionalisme.
“Menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia,” tegasnya.
Kemudian lanjutnya, siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran lslam rahmatan lilalamin serta tradisi luhur bangsa lndonesia.
Sedangkan, siaga raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk lndonesia kata Parosil Mabsus.
“Oleh karenanya, santri tidak boleh lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk lndonesia,” ujarnya.
Parosil menyimpulkan, sejatinya siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren baik dari keilmuan, akhlak dan perannya sebagai agen yang ditempa oleh tirakat lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan tema teresebut, kata Parosil, mengejawantahkan kondisi pandemi Covid-19 dengan taat berbagai ragam prokes adalah upaya mendukung pemerintah untuk bersama menuju kebangkitan. Mulai dari sektor baik ekonomi, ketahanan pangan, kesehatan, pariwisata dan sosial kebudayaan.
“Demi kepentingan bangsa lndonesia, terutama dalam rangka bersama-sama untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19,” tandasnya.
(erw/WII)





