Dirinya menuturkan, dengan terpaksa satu Minggu para siswa di liburkan selama pembongkaran atap sekolahan, inipun swadaya masyarakat seadanya walau masih dalam situasi pandemi covid 19, yang pailit ekonomi, masyarakat tetap semangat untuk berswadaya membongkar sekolah itu.
“Saya yakin walau pasca pandemi clCovid 19, dimana ekonomi warga yang masih pailit ini, dengan restu Allah kami bersama – sama warga berswadaya untuk membenahi atap sekolah ini,” ungkapnya.
Sementara itu, ketua Dewan Pimpinan Wilayah Forum Wartawan Profesional Indonesia (DPW FW PRO 1 LAMPUNG) Syahrullah, sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi
“Saya sangat menyangkan Pmpinan Kemenag Pesawaran belum dapat memberikan contoh edukasi yang baik terhadap perkembangan pendidikan dunia Islam, khususnya di Desa Teba Jawa ini,” pungkasnya.
(Apr/WII).





