Menurutnya, Kabupaten Pesawaran memiliki potensi menjadi centra jagung terbesar, mengingat luas lahan yang dimiliki saat ini, kemudian jarak yang dekat dengan pelabuhan serta nantinya Pesawaran memiliki kawasan industri yang kemungkinan akan dibangun pabrik olahan jagung pasca panen.
“Kami yakin dengan program yang dibawa pada hari ini dapat meningkatkan perekonomian para petani jagung, karena program ini sangat berbeda dengan KUR Tani yang lain, kami tidak memberi uang tapi kami memberikan kebutuhan budidaya, memberikan kepastian pembelian sehingga dengan kepastian harga jual ini dapat meningkat kehidupan para petani,” kata dia.
Sementara itu Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona berharap, program ini dapat segera berjalan pada musim tanam bulan januari mendatang, dan untuk tahap awal akan dimulai di lahan seluas 2500 hektare.
“Jadi pada program ini, HKTI akan mendampingi para petani mulai dari tanam, perawatan sampai ke penjualan hasil panennya, sedangkan Pemerintah Daerah hanya melakukan pembinaan saja ke para petani. Semoga dengan berjalannya program ini kedepan para petani jagung kita dapat lebih sejahtera kehidupannya,” pungkasnya.
(apr/WII)





