Sehingga masyarakat Kota Subulussalam dalam pengurusan SIM harus ke kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Aceh Singkil yang jarak nya memakan waktu 1,5 jam.
“Insya Allah, setelah saya mendapat laporan baik dari masyarakat maupun dari Kapolres sendiri mengenai mesin pencetak SIM yang kini dibutuhkan masyarakat. Saya meminta kepada Walikota untuk menyurati saya selaku anggota DPD RI sebagai dasar saya menyurati kapolri terkait mesin pembuatan SIM di Mapolres Subulussalam. Tentu hal ini, sangat kita harapkan agar mesin pembuatan SIM segera hadir di Mapolres Subulussalam,” kata Haji Uma.
Setelah beberapa jam bertemu dengan walikota dan kapolres, Haji Uma langsung berangkat menuju lokasi kejadian mobil travel yang jatuh ke jurang di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitelu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pak-Pak Barat, Sumatera Utara.
Di mana beberapa pekan lalu, mobil travel jenis Kijang Innova asal Aceh Barat menuju Medan terjun ke jurang dengan menewaskan tujuh orang penumpang, lima di antaranya Sudan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, sedangkan dua orang lainnya hingga kini belum ditemukan.
Sesampainya ke lokasi tempat kejadian perkara, Haji Uma juga membacakan doa untuk arwah korban baik yang sudah ditemukan maupun yang belum di temukan. Beberapa titik bibir jalan yang langsung ke jurang di tinjau Haji Uma.
Haji Uma yang turut didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Subulussalam, Alhaddin juga menyisir beberapa titik bibir jalan yang rawan kecelakaan.
Dalam keterangannya, Haji Uma mengatakan ia akan menyampaikan ke kementerian terkait agar di pinggir jalan tersebut dibuat pengaman jalan.
“Setelah saya cek langsung ke lokasi memang sangat rawan. Di mana bibir jalan langsung ada jurang menanti. Tentu hal ini menjadi perhatian agar pengaman tepi jalan segera di buat. Insya Allah, nanti sesampainya ke Jakarta saya akan langsung menyampaikan ke Kementerian terkait,” ungkap Haji Uma.(WII)




