Dinas P3AKB Pesisir Barat Ambil Langkah Soal 12 Pelajar MAN1 Krui Diberhentikan

  • Bagikan

Lebih jauh dikatakan Budi, bahwa pihaknya dalam waktu dekat segera melakukan proses identifikasi terhadap seluruh pelajar yang telah dikeluarkan dari MAN 1 Krui tersebut.

“Melalui identifikasi itu kita bisa tahu apa yang menjadi penyebab para pelajar itu melakukan tindakan kenakalan itu, selain itu bisa kita bisa tahu harapan mereka kedepannya khususnya terkait pendidikan mereka,” terang Budi.

“Kami tetap berupaya agar anak-anak ini bisa mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya, artinya kita berharap agar mereka menyelesaikan pendidikannya hingga lulus di MAN 1 Krui,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya tetap akan berupaya melakukan pendampingan kepada para pelajar itu dengan harapan agar tidak terjadinya tindakan bullying yang disebabkan dari lingkungan sekolah.

“Karena dampak dari tindakan bullying sangat-sangat tidak bisa diduga, dan kami akan berupaya agar tidak terjadinya tindakan itu. Kami tetap akan melakukan pendampingan agar psikologis anak-anak bisa pulih kembali,” pungkasnya.

Sementara berdasarkan hasil konfirmasi terhadap orangtua salah seorang pelajar, Wid, mengatakan bahwa saat ini anaknya masih sulit untuk bisa memberikan jawaban apakah masih bersedia untuk kembali sekolah di MAN 1 Krui. Hal itu dikarenakan si anak merasa malu.

“Selain itu ketika anak kami dikeluarkan juga tanpa diberikan surat pindah oleh pihak MAN 1 Krui. Jadi tidak ada surat pindahnya,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun sementara, diketahui dari 12 orang pelajar yang dikeluarkan dari MAN 1 Krui, dua diantaranya sampai saat ini tidak lagi bersekolah, dikarenakan bingung untuk memilih sekolah baru dan malu. (WII)

BACA JUGA:  Pastikan Prokes Berjalan Baik, Kadisdik Cek Sejumlah Sekolah
  • Bagikan