“Kalau, gak mau ikut aturan sekolah disini tak usah sekolah disini, siapa yang maksa sekolah disini,” cetus wali murid menirukan perkataan Guru BK SMPN 1 Pringsewu itu.
Terpisah, salah satu wali murid lainya, seperti wali murid kelas VIII berinisial PH mengatakan, banyak aturan yang dibuat oleh pihak sekolah yang memberatkan wali murid. Seharusnya pihak sekolah mempertimbangkan penghasilan tiap wali murid.
“Mumet, anak ku sekolah juga disana banyak bener sumbangan memangnya penghasilan wali mutid itu sama semua,” kata PH melalui sambungan telpon.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 1 Pringsewu Mustofa, mengakui banyaknya iuaran yang di pungut pihak sekolah kepada pelajar. Alasanya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sarana dan prasarana sekolah tidak memadai.
“Kalau mau maju bagaimana mendukung majunya, anda melihat sarana dan prasana tidak layak, kalau seperti ini terus siapa yang mau memajukannya,” kata Mustofa, saat dikonfirmasi di ruang laboraturium SMPN 1 Pringsewu beberapa waktu yang lalu.
Mustofa dengan tegas mengatakan, kalau pihak sekolah tidak meminta sumbangan kepada wali murid kepada siapa minta bantu. Sedangkan dana BOS tidak mencukupi untuk kegiatan dan kemajuan sekolah ini.
“Intinya, sekolah tidak memungut uang pungli, tetapi berdasarkan musyawarah komite sekolah, dan jenis sumbangannya ada yang lewat OSIS dan juga komite sekolah,” jelasnya.
(WII)





