Ia menilai kolaborasi antara pengurus kabupaten, pemerintah daerah, serta masyarakat olahraga merupakan kunci keberhasilan pembinaan atlet di daerah.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi antara KONI, pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta untuk membangun ekosistem olahraga yang melahirkan atlet berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” kata dia.
Taufik juga menyoroti pentingnya membangun sistem olahraga yang terukur dan berkelanjutan, termasuk pengembangan sport tourism sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Olahraga harus menjadi bagian dari pembangunan daerah. Sport tourism bisa menjadi peluang besar bagi Pesawaran untuk berkembang, karena potensi wilayah ini luar biasa. Pembinaan olahraga harus berbasis data, terencana, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Pelantikan pengurus KONI Pesawaran 2025–2029 ditutup dengan penandatanganan berita acara dan foto bersama seluruh pengurus baru, tamu undangan, serta jajaran KONI Provinsi Lampung.
(WII)





