Cerita Perajin Peci Pelepah Pinang, Dari Coba-Coba hingga Penuhi Permintaan di Sumut-Jateng

  • Bagikan

SUKAU, WAKTUINDONESIA – Siapa sangka pelepah pinang yang terbuang dan menjadi sampah ternyata bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Itu bukan cerita kosong semata.

Pasalnya, di tangan kreatif warga Pekon Bumi Jaya, Kecamatan Sukau Lampung Barat (Lambar), Lampung, pelepah pinang itu disulap menjadi peci yang bernilai ekonomi.

“Awalnya tidak menyangka produk saya bakal dicari orang dan memproduksi secara terus menerus, intinya sempet coba coba aja sih mas,” kata Robiyanto selaku pengerajin, kepada awak waktuindonesia.id, Selasa (9/3/2021).

Ditemui di pondok kreasi tempat ia memproduksi dan menjajakan produk kreatifnya, Robiyanto menjelaskan historis produk yang ia namakan D’Pinang 21 Lambara tersebut.

“Awalnya dari pelepah pinang di kebun yang berjatuhan, saya melihat tekstur pelepah yang keras sepertinya bisa didaur ulang dan saya bereksperimen menjadikannya peci, dari penilaian warga itu bagus akhirnya saya membuatnya dengan percaya diri hingga sekarang,” jelasnya.

“Kalau untuk namanya D’Pinang 21 Lambara itu mengadung arti bahwa brand saya dari pinang dan heboh di tahun 2021,” timpalnya.

Masih kata Robiyanto, selain sebagai mata pencaharian baru dirinya bercita-cita kelak produknya bisa bermanfaat untuk masyarakat.

“Saya mempunyai harapan, kedepannya usaha ini dapat memberdayakan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran didesa, tapi ya kita jalani dulu namanya ini merintis semoga ke depannya ada modal yang cukup,” harapnya.

Disinggung mengenai perhatian pemerintah setempat terhadap Usaha Mikro dan Menengah Kebawah (UMKM) miliknya, pengerajin alumni UIN Raden Intan Lampung 2004 tersebut menjelaskan telah menyampaikan kepada Dinas terkait.

“Alhamdulillah sejauh ini Diskoperindag Lambar telah menyambangi dan memberikan saran agar kedepannya dapat membuat banyak inovasi bukan hanya peci, hari ini saja mereka datang silaturahmi dan memberikan saran untuk membuat proposal ke dinas terkait,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Revitalisasi Pasar Maritim, Dendi Jalin Sinergitas Dengan Kementrian Pusat

Robiyanto yang juga mantan Petugas Leasing sejak 2005-2015 tersebut membanggakan produk miliknya yang sudah mendapat order dari luar daerah tersebut.

“Alhamdulillah sejauh ini, peci pelepah pinang sudah ada yang order hingga Magelang, Jawa Tengah dan Pematang Siantar Sumatera Utara, produk kita murah saja kisaran harga Rp60-Rp80 ribu sudah bisa bawa pulang,” pungkasnya.

(erw/esa/WII)

  • Bagikan