Mengenal lebih Dekat Tahun Islam: Tahun Hijriah Gunakan Siklus Sinodik Bulan

  • Bagikan

Tahun Hijriah merupakan kalender yang dipakai dalam Islam.

Tahun Hijriah dihitung sejak peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Yatstrib (Madinah) pada 2 Rabiul Awwal (bukan 1 Muharram) tahun ke-13 setelah kenabian atau 20 Juli Tahun 622 Masehi (M).

Momentum itu ditetapkan menjadi permulaan (Tahun ke-1) tahun Islam pada zaman Amirul Mukminin, Khalifah ke-2, Umar bin Khattab ra pada tahun 638 M.

Penetapan tahun Islam itu bermula saat Gubernur Basrah (Irak), Abu Musa Al-Asyari menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab menanyakan surat-surat dari khalifah yang hanya mencantumkan tanggal dan bulan saja, tidak ada tahunnya, sehingga membingungkan.

Khalifah Umar lantas bermusyawarah terkait kalender Islam dengan para sahabat.

Usulan bermunculan, berdasarkan milad (Lahir) Rasulullah Saw hingga kenabian beliau.

Ali bin Abi Thalib ra mengusulkan kalender berdasarkan peristiwa hijrah Rasulullah Saw dari Makkah ke Madinah.

Semua sepakat dan ditetapkanlah peristiwa hijrah itu menjadi tahun pertama dalam kalender Islam. 1 Hijriyah dihitung sejak terbentuknya Kota Madinah.

Tahun Hijriah terdiri atas 12 bulan, dari Muharram hingga Dzulhijjah (Bulan haji).

Penentuan hari dan tanggal

Dilansir dari Wikipedia, penentuan dimulainya hari dan tanggal kalender hijriah tak sama dengan kalender masehi.

BACA JUGA:  Kamar Binaan Rutan Krui Digeledah Petugas
  • Bagikan