“Ya kalau yang diserahkan ke penerima ya itu, terkait warung masih kita fungsikan sebagai tempat mampir barang yang akan dibagikan ke KPM,” katanya.
Sementara rekannya Andre hanya mengaku sebagai pekerja di PT. MJM.
“Kami ini hanya sebagai pekerja saja kalau ingin tau silahkan tanyakan ke kantor pusat saja langsung ke Metro. Karena kami hanya pekerja saja,” ujar dia.
Saat awak media menanyakan terkait warung BPNT mereka memgaku tidak mengetahui juknis dibentuknya warung tersebut.
“Kalau untuk warung itu saya tidak tahu persis karna itu sudah ditentukan yang dibuat warung tanyakan langsung kepihak TKSK dan Dinas Sosial yang tau di ranahnya itu. Yang jelas warung itu ditunjuk sama bank dan kegunanya saya gak tau,” kata Andre.
(ndo/wii)





