Pemkab Dairi Gandeng BI Kembangkan Ekonomi Daerah dan Keuangan Digital

  • Bagikan

Selanjutnya, Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan beberapa komoditas usaha yang dapat ditingkatkan di Kabupaten Dairi diantaranya perkebunan, perikanan, dan pariwisata. Komoditas pertanian unggul yang ada di Kabupaten Dairi berupa jagung, kopi dan durian yang dapat didorong menjadi sumber ekonomi yang baru, setelah melewati masa pandemic covid – 19.

Lebih lanjut Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan usaha yang ada di Kabupaten Dairi masih didominasi usaha UMKM dengan sektor utama di perdagangan dan eceran serta pengadaan akomodasi, makanan dan minum. Penetrasi pembayaran melalui Qris di Kabupaten Dairi masih relatif rendah namun memliki potensi yang cukup besar, dan Pemerintah Kabupaten Dairi bertekad untuk mendorong pelaksanaan program Qris tersebut.

Usai sambutan tersebut, Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu beserta Pimpinan Bank Indonesia Wiwiek Systo Hidayat mendatangani perjanjian kerjasama pengembangan ekonomi daerah dan keuangan digital.

Ditemui usai penandatangan tersebut, Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan pembayaran secara non tunai tersebut akan segera diterapkan di Kabupaten Dairi termasuk dalam beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat seperti ibadah, menggalang donasi maupun transaksi jual beli.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Wiwiek Systo Widayat menyampaikan pembayaran nontunai seperti Qris ini perlu ditingkatkan sebagai salah satu bentuk penerapan transaksi digitalisasi yang merupakan salah satu ekosistem perekonomian masyarakat. Transaksi non tunai ini merupakan instrument kegiatan digitalisasi yang ada di masyarakat daerah.

“Bank Indonesia sangat mendukung program-program yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi, dengan tujuan agar seluruh kegiatan ekonomi yang ada di Kabupaten Dairi dapat berkembang dengan baik. Seperti yang kita ketahui masih banyak kegiatan ekonomi yang masih understatement (belum memahami), dengan transaksi nontunai seluruh kegiatan ekonomi tercatat sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan sebagaimana yang seharusnya, karena masih banyak kegiatan ekonomi masyarakat yang masih belum terdata di statistic, “ pungkas Wiwiek Systo Hidayat.

BACA JUGA:  Peduli Dampak Covid-19, Kapus Berastagi Bagikan Sembako

(hm/wii)

  • Bagikan