“Ada 20 Napi yang mengelola lahan setelah diberi pelatihan olah dinas terkait. Saya berharap tidak hanya sebatas area Lapas Way Kanan saja, tetapi sukses dalam bercocok tanam ini dapat menjadi modal hidup bagi WBP ketika kembali menjalani hidup di tengah masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu Kasi Pembinaan dan Anak Didik, Herman sangat mengapresiasi dengan hasil panen kacang tanah yg dihasilkan oleh WBP Lapas Way Kanan.
“Hasil panen ini sangat memuaskan dan akan kami pasarkan wilayah lokal saja. Kedepannya, tidak hanya dua jenis tanaman ini saja yang akan dikembangkan oleh Lapas Way Kanan, tetapi juga jenis tanaman atau sayuran yang berbeda agar pengetahuan WBP Lapas Way Kanan dapat terus bertambah, khususnya dalam bidang pertanian,” tutup Herman.
(roy/wii)





