Pihaknya mengutuk keras penembakan itu.
Pihak berharap penegak hukum memeroses oknum yang melakukan penembakan tersebut dihukuman setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI.
“Karena sepengetahuan kami korban penembakan ini tidak pernah membuat masalah ketika masih ada di Nias Barat,” Kata Sekdes Famataronia.
Tepisah, ibu korban Ina Lius Gulo (43) tampak begitu shok. Ibu empat anak itu tampak tak kuasa menahan kesedihannya.
Ia menceritakan jika korban adalah putra sulungnya dan tulangpunggung keluarga.
“Samarlius Gulo adalah anak pertama dari keluarga sekaligus tulang punggung untuk mencari kebutuhan sehari-hari keluarga kami,” katanya Ina lius Gulo.
Menurut dia, terkena peluru di bagian leher kiri di Tangerang dan kini dirawat intensif di RS Polri dan ditemani keluarganya.
“Ketika saya mendengar informasi bahwa anak saya telah ditembak, saya sangat shok dan panik. Aplagi kondisi kami di Nias Barat sangat kekurangan (keluarga tidak mampu). Sewaktu kami diminta biaya rumah sakit oleh keluarga yang ada di Tangerang saya panik bahkan sempat pinjam uang berbunga, ke rentenir,” ceritanya.
Ia berharap keluarganua di Tangerang membantu biaya pengobatan anaknya.
Ia juga berharap pelaku penembakan putranya memertanggungjawabkan perbuatannya.
“Diharapkan kepada pihak penegak hukum supaya oknum yang melakukan penembakan dihukum yang setimpal, supaya menjadi pembelajaran bagi aparat yang lain,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang pemotor bernama Sarmanius Gulo (23), terkapar di Jalan Raya Mauk Kilometer 9 Kampung Cadas, RT 07 RW 02 Desa Karet Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Pemuda asal Medan, Sumatera Utara, ini ditemukan warga tergeletak setelah diduga ditembak anggota TNI pada Selasa, 4 Agustus 2020 pukul 20.30 WIB.
Informasi dihimpun, insiden itu bermula kala seorang oknum TNI berpangkat kapten melintas di tempat kejadian perkara (TKP) mengendarai mini bus warna hitam ke arah Mauk.
Dari arah berlawanan, Sarmanlius yang mengendarai sepeda motor melintas.
Keduanya sempat cekcok. Lantas warga sekitar mendengar letusan senjata api satu kali.
Laporan: Sedarius Gulo, Nias Barat





