“Paling penting masyarakat tidak memasuki zona-zona berbahaya. Karena, potensi lahar guguran awan panas maupun luncuran awan panas, bisa kapan saja terjadi tanpa bisa diprediksi ” tegasnya.
Pantauan pukul 17.00 WIB gunung berapi itu kembali beraktivitas. Namun belum ada keterangan resmi dari pihak PVMBG.
Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH bersama Dansatgas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung yang juga Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto, juga menekankan agar masyarakat tidak memasuki radius berbahaya.
“Radius 3 Km untuk sektor Barat-Selatan, radius 5 Km untuk sektor Selatan-Timur, radius 4 Km untuk sektor Timur-Utara dan radius 3 Km untuk sektor Utara-Barat dari puncak Gunung Sinabung, harus betul-betul steril,” ujarnya.
Ia menandaskan pihaknya sudah menyediakan obat tetes mata dan masker. di Pustu, Puskesmas dan Posko Kesehatan tetap standby 24 jam, demikian juga di Posko Penanganan Sinabung Jalan Kiras Bangun di Simpang Empat.
(rek/WII)





