Dendi Ramadhona memyebutkan, Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020 ini terasa berbeda. Momen bersejarah yang biasanya disambut penuh rasa bahagia itu kini terasa mengharu biru. Karena tahun ini di Indonesia khususnya Provinsi Lampung berjuang melawan pandemi covid-19. Bencana ini membuat berbagai aktifitas nyaris berhenti, baik dibidang perekonomian maupun kehidupan bermasyarakat.
“Namun demikian tidak lantas membuat kita semua berkecil hati dan patah semangat. Semua aktifitas yang biasa kita lakukan dapat dijalankan walaupun dalam kondisi terbatas, dengan adaptasi kebiasaan baru atau new normal,” katanya.
Bupati juga mengatakan, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2020 bahwa inilah saatnya untuk membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan.
“Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan. Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan” sebutnya.
(Ded/Ngt/WII)





