“Kasus kejahatan dan kekerasan yang menimpa masyarakat harus dapat dikurangi dan dikendalikan sehingga tercipta rasa keamaan di lingkungan masyarakat,” ucap Irjen Martuani.
Dirinya juga menyampaikan bahwa masih terdapat premanisme yang meminta upah keamanan terhadap para pedagang di pasar sehingga terciptanya situasi yang kurang kondusif di lingkungan pasar, indikator dalam operasi ini adalah masih tingginya pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Sumatera Utara.
“Penyebab tingginya kasus kejahatan di Sumut adalah luasnya peredaran narkotika dan masih adanya oknum polri yang terkibat dalam mata rantai pencurian kendaraan bermotor. Satuan binmas berperan dalam penyuluhan kepada masyarakat tentang cara keamanan kendaraan berrmotor agar tidak terjadinya pencurian kendaraan bermotor,” ungkap dia.
Selain itu, ia pun menyampaikan bahwa seluruh personil yang terlibat operasi dapat bekerja dengan system dan jika dalam operasi didapatkan surat-surat kendaraan bermotor yang tidak resmi agar segera di tindak lanjutin. melalui lat pra ops seluruh personil dapat bekerja sesuai dengan aturannya sehingga tercapainya kamtibmas yang kondusif di daerah Sumut. (rek/wii)





