Kabid Riadi Ungkap 10 Unsur Pengembangan Kota Budaya

  • Bagikan

LIWA, WAKTUINDONESIA – Penataan Kota Liwa, Balikbukit Lampung Barat, sebagai Kota budaya menjadi salah satu komitmen Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus-Mad Hasnurin.

Hal itu, sesuai dengan janji politik saat kampanye pencalonnya yang dibingkai dalam Pitu (Tujuh) Program Bupati Lampung Barat.

Namun dalam menataan Kota Liwa sebagai Kota Budaya harus memenuhi setidaknya beberapa unsur.

Kabid Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lambar, Riadi saat di temui di ruang kerjanya, Senin (14/09/20) mengatakan sedikitnya ada 10 unsus yang menjadi tolak ukur dari keberhasilan pembangunan kota budaya antaranya, masih terjaganya satra lisan dimasyarakat. Selanjutnya, manuskrif, kesinian dan pengetahuan tradisional yang juga masih terjaga dengan baik.

Selain itu, ritus dan teknologi tradisional serta permainan tradisional masih diketahui ditengah masyarakat. Dimana, semua itu harus terjaga dan sering terlihat.

“Unsur yang harus diperhatikan dalam pengembang kota budaya
paling tidak 10 unsur objek kebudayaan sastra lisan, manuskrif, kesenian, pengetahuan tradisional, ritus, teknologi, permainan tradisional yang lainnya itu harus ada di masyrakat dan harus sering terlihat,” katanya.

BACA JUGA:  Selama Libur Lebaran Tempat Wisata Di Pesawaran Tetap Buka, Ini Syaratnya
  • Bagikan