Pilkada Pesawaran, Isu Putra Daerah Mendapat Sorotan Tokoh Adat

  • Bagikan

GEDONGTATAAN, WAKTUINDONESIA – Banyaknya beredar seruan di masyarakat Kabupaten Pesawaran dalam menghadapi perhelatan pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang, terkait dengan hembusan Isu “Putra Daerah” Itu hanya kepentingan oknum saja yang bukan kepentingan mayoritas masyarakat.

“Kalau bicara putra daerah, untuk calon Bupati Pesawaran, baik nomor urut 01 maupun nomor urut 02, itu putra daerah semua karena bertempat tinggal di Kabupaten Pesawaran,” ungkap salah satu Tokoh Adat Pesawaran, Lamuddin Kadir Gelar Pengikhan Sakhih, ketika wawancarai media ini, Sabtu (26/9).

Mantan anggota DPRD ini menjelaskan kalau untuk untuk Calon Bupati nomor urut 01, darahnya bukan putra daerah, masyarakat juga sudah tahu, namun kalau untuk nomor urut 02, Dendi Ramadhona memang asli putra daerah, kalau dirunut dari silsilah marga Waylima.

“Yang namanya Dendi Ramadhona inikan orang komering, kalau bicara Gen-nya, itu memang orang lampung, asli darahnya orang Lampung, tapi kalau yang nomor 01, itu orang semende, tinggal di Pesawaran, jadi media juga harus tau, untuk menjelaskan itu, kalau bicara putra daerah, ya semuanya putra daerah,” jelasnya.

Memang katanya, tidak bisa dilarang jika sebagian pihak, terutama timses salah satu calon untuk memainkan peran berupa isu sensitif tersebut, karena tidak ada larangan khusus dalam peraturan KPU maupun aturan lainnya.

“Kalau bicara putra daerah, ada putra daerah pendatang, ada putra daerah pribumi, kalau bicara putra daerah, saya aja belum tentu putra daerah, karena ibu saya aja dari Jawa Barat sana,” ungkap Lamudin Kadir, sambil tersenyum.

Namun jika berbicara dampak, sangat miris jika isu berhembus hanya untuk memenangkan pasangan calon tertentu, hal tersebut dikarenakan isu diangkat bukan untuk kepentingan masyarakat, namun kepentingan segelintir calon yang ingin menang.

BACA JUGA:  Bulan Depan, 30 Anggota DPRD Mesuji Periode 2024-2029 Dilantik

“Sales” politik harus lebih memakai hati untuk sedikit melihat sisi lain dibalik Pilkada, yaitu kemaslahatan masyarakat,” imbuhnya.

Harus ditimbang, apakah isu Putra Daerah dapat memecah kerukunan hidup bertetangga masyarakat atau tidak? Karena hidup di tanah yang memiliki keragaman suku, ras dan agama.

  • Bagikan