“Diduga juga ada upaya menghalang-halangi penyelenggara. Jadi itu ada money politic nya dan ada juga upaya menghalang-halangi tugas penyelenggara,” jelas Kodrat.
Namun sebanyak 17 amplop tersisa yang belum sempat dibagikan saat ini sudah diserahkan oleh tim paslon nomor urut 1 melalui Arif Usman ke Gakumdu dan sudah dibuat tandaterima.
“Saat ini permasalahan itu masih dalam tahap pengembangan,” pungkas Kodrat.
(ers/WII)
Update: Berita ini telah ditanggapi Tim Paslon No.1, Pieter-Fakhrurrazi dengan judul: Disebut Kampanya Bagi-bagi Amplop, Ini Bantahan Tim Pieter-Fakhrurrazi





