Edy Rahmayadi menambahkan, posisi baru yang diduduki tiga pejabat ini merupakan posisi yang krusial sehingga dibutuhkan orang yang memiliki kemampuan khusus. Edy berharap Effendy Pohan mampu menyelesaikan masalah perizinan terutama pertambangan dan izin usaha di Danau Toba.
“Misalnya perizinan, ke depan ini adalah matanya Sumatera Utara, jadi izin-izin semakin ketat. Kita bisa lihat begitu banyak tambang liar. Di Danau Toba saja yang merupakan destinasi pariwisata banyak galian-galian yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab. Belum lagi tambang liar. Inilah salah satu PR beliau nantinya,” tutur Gubsu.
Sedangkan untuk Baharuddin Siagian yang telah menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga selama 6 tahun, Edy merasa perlu adanya penyegaran. Baharuddin yang ditempatkan di Dinas Tenaga Kerja diharapkan mampu mewujudkan visi Gubernur Sumut untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
“Inilah tugas dia nanti, dia orangnya lues, mudah bergaul dan memiliki etos kerja tinggi,” katanya.
Sedangkan kepada Kepala Kesbangpol Safruddin, Edy berharap, hubungan Pemprov Sumut dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan dan organisasi lainnya terjalin dengan baik. “Kita harapkan, hubungan kita semakin baik ke depannya untuk membangun Sumatera Utara lebih maju dan lebih bermartabat,” tambah Edy.
Walau ketiga pejabat ini menduduki posisi yang baru, mereka masih menjadi Pelaksana Tugas (Plt) di organisasi sebelumnya. Hal ini dikarenakan APBD pada tahun ini hanya tersisa kurang dari dua bulan lagi.
“Mereka masih tetap memimpin di tempat yang sebelumnya karena anggaran ini kan habis di akhir tahun. Posisi mereka yang sebelumnya juga masuk tahap lelang, sehingga beliau-beliau ini belum perlu menanggalkan jabatan sebelumnya, seperti itu peraturannya,” ujar Edy Rahmayadi.
(rek/wii)





