Baru Satu Kasus Pelanggaran Pilkada Ditangani Bawaslu Pesawaran

  • Bagikan

GEDONGTATAAN, WAKTUINDONESIA – Badan Pengawas Pemilu, Kabupaten Pesawaran, setelah sebulan lebih jalannya masa kampanye Pilkada serentak tahun 2020, baru menangani satu kasus yang diduga melanggar protokol kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Mutholib, melalui sambungan telepon, Rabu (4/11), bahwa sampai saat ini baru ada satu pelanggaran yang menyangkut pengabaian prokes yang dilakukan paslon nomor urut 1 M. Nasir-Naldi.

“Iya pelanggaran itu sudah kita tindak lanjuti dan sudah dijatuhi sanksi administrasi, kita telah menyurati paslon agar kedepannya tidak melakukan pelanggaran yang sama lagi,” ungkap Mutholib.

Ia mengatakan, paslon yang sudah pernah melakukan pelanggaran prokes, apabila masih melakukan pelanggaran tersebut pihaknya akan menjatuhkan sanksi berupa pemotongan masa kampanye.

“Setelah kita lakukan pendalaman dan terbukti, kita bisa menjatuhkan sanksi pemotongan masa kampanye itu, karena kita tidak menginginkan pelaksanaan pilkada ini menjadi cluster baru dalam penyebaran Covid-19,” katanya.

Dirinya juga mendorong, agar dua paslon Cabup dan Cawabup dapat bersama-sama menaati segala aturan yang telah ditetapkan dan konsisten untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita sudah berkoordinasi dengan setiap Laison Officer (LO) maupun paslon, dan kita sepakati bersama, agar pelaksanaan Pilkada ini tetap mengedepankan protokol kesehatan, sehingga pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan aman, nyaman dan sehat,” tegasnya.

“Selain menyosialisasikan kepada paslon, kita juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan, kemudian kita juga memberi pemahaman bahwasanya pada hari pencoblosan juga setiap TPS sudah diterapkan standar prokes, sehingga tidak ada alasan masyarakat untuk tidak hadir pada 9 Desember,” pungkasnya. (Rob/Apr/WII)

BACA JUGA:  Bawaslu: Dua Kali Diminta Datang Klarifikasi, Paslon 01 Mangkir
  • Bagikan