Adapun prihal antisipasi kontak erat keluarga dan masyarakat dengan pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia itu, pihak puskesmas setempat telah melakukan tracing dan penyemprotan desinfektan.
“Pasca meninggalnya Ny. M, rumah duka dan masjid pekon setempat sudah kami lakukan penyemprotan serta Keluarga terdekat pasien yang insentif menemani almarhumah saat dirawat di rumah sakit sudah kami swab sejumlah enam orang,” terangnya.
Selain itu kata Nezwan, kekhawatiran pihaknya terhadap masyarakat yang telah kontak erat kian tinggi, mengingat ada prosesi menjenguk, memandikan hingga pengkafanan jenazah.
“Tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Batubra sudah kami turunkan, mencari informasi siapa saja yang hadir melayat, menggunakan masker apa tidak dan kontak dengan pasien. Terkadang kan masyarakat ini tidak berterus terang dikarenakan takut ini yang repot, makanya seluruh nakes di Batu Brak saya kerahkan,” jelasnya.
Lanjutnya, apabila dalam proses penjaringan dan screening diperoleh masyarakat yang pernah kontak erat akan diadakan pengawasan dan direkomendasikan isolasi mandiri.
“Apabila nantinya ada, dari screening bukan hanya kontak erat saja dan ada gejala lain apa bila perlu diswab, ya akan kami swab,” pungkasnya.
(erw/WII)





