“Kios saya bapak bisa lihat sendiri sudah mau roboh ke sungai, tapi semua barang sudah kita pindahkan,” tambahnya.
Kepala Desa Gedong Tataan, Ansori Asofa yang berada di tempat kejadian menuturkan, pihaknya telah melaporkan ke dinas terkait agar pinggiran sungai itu dibangun beronjong dan rencananya Februari 2021 akan dikerjakan, namun sudah terlanjur longsor.
“Sudah empat kali kami laporkan ke Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, rencananya Februari dibangun beronjong, tapi ternyata hari ini longsor,” ungkapnya.
Karena dinilai membahayakan, dirinya menghimbau agar kios untuk sementara tidak dipakai karena dinilai membahayakan.
“Kita sudah menghimbau kepada pemilik usaha agar jangan dulu beraktivitas, sambil menunggu proses pembangunan beronjong, biar bagaimanapun keselamatan warga penting untuk diperhatikan,” kata dia.
Sedangkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Bhabinkamtibmas Desa Gedong Tataan memberikan Police Line di daerah terdampak longsor.
“Ya kita kasih Police Line agar tidak dilewati orang karena kondisi tempat sangat membahayakan, saya berharap warga masyarakat tidak dulu mendekat sampai ada tindakan pembangunan di sini,” tukas Bhabinkamtibmas Desa Gedong Tataan Bripka Eri Afriza.
(apr/rob/WII)





