RSUD Kabanjahe Punya Laboratarium PCR, Berapa Biayanya? Simak Penjelasannya

  • Bagikan

Untuk itu, Bupati Terkelin meminta Dirut RSUD Kabanjahe terus mengembangkan sumber daya analis dan hal lainnya.

Lebih jauh dikatakan, umumnya pengadaan barang terbilang gampang. Namun acapkali bermaslah dalam pemeliharaan rutin.

Bupati pun melontarkna kata-kata menohok.

“Saat pengoperasian laboratorium tidak dirawat akan rusak, ujungnya alasan tidak ada dana pemeliharaan.”

“Harapan saya, perlu akuntabel dan transparan, sebab kita tidak mau bencana sosial menjadi bencana hukum. Untuk itu saya sangat berterimakasih kepada Kejari Karo yang sejak awal ikut sebagai tim pendampingan TP4D, sudah melakukan pengawasan secara ketat,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Irna Safrina Meliala di dampingi Direktur RSUD Arjuna Wijaya dalam laporannya mengungkapkan metode yang dianjurkan adalah metode deteksi Molekuler/NAAT.

“Untuk itu diperlukan percepatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19, khususnya diagnosis laboratorium dengan metode RT-PCR yang cepat dan akurat sebagai bahan pengambil tindakan medis dan contact tracing dalam memutus mata rantai, maka dibutuhkan ruangan laboratorium PCR,” tuturnya.

Lanjut Irna, pengadaan barang laboratorium PCR RSUD dan kelengkapannya bersumber dari dana DID P-APBD.

“Laboratorium ini akan dioperasikan setelah akun terkoneksi atau tersambung ke Kementerian Kesehatan RI. Sedangkan untuk biaya pemeriksaan sesuai Surat Edaran Kemenkes, tarifnya sebesar Rp900 ribu untuk satu pasien,” paparnya.

Bagi setiap orang yang ingin melakukan perjalanan lewat udara dan jalur lain yang membutuhkan swab antigen, pihak RSUD sudah dapat melayani permintaan masyarakat tersebut.

“Lebih efisien masyarakat tidak usah repot lagi menunggu hasilnya lama keluar. Cukup dengan 55 menit hasilnya sudah dapat diketahui. Artinya, dalam waktu singkat proses pengambilan sampel hingga kesimpulan hasil uji swab dapat diketahui,” katanya.

Untuk itu, keberadaan laboratorium ini mudah-mudahan dapat menjangkau daerah Kotacane, Sidikalang, dan Pakpak Bharat guna pemeriksaan cepat dan akurat.

BACA JUGA:  Rumah Warga di Kembahang Tertimpa Pohon Tumbang

“Apalagi RSUD Kabanjahe sebagai rumah sakit rujukan yang seyogianya wajib memiliki ruangan laboratorium,” pungkas Irna.

(rek/wii)

  • Bagikan