“Radikalisme ini bukan hanya berkembang dengan kelompok dan struktur tertentu tapi juga berkembang pada individu individu. Oleh karenya memang semakin susah mendeteksi dan atau sampai mengantisipasi. Di sinilah dperlukan kerja sama dan sama sama bekerja untuk menyelamatkan bangsa ini agar bangsa yg besar ini tidak hancur seperti bangsa bangsa ditimur tengah dan belahan dunia lain,” terang Kapolres Lamtim yang dikenal ramah dan murah senyum itu.
Dalam paparanya kapolres memandang bahwa nilai nilai agung dan beberapa kelebihan Pondok pesantren dapat dimanfaatkan untuk menangkal bahkan mengikis habis bibit dan bahaya radikalisme tersebut. Diantara nilai dan keunggulan pondok pesantren adalah pertama Ilmu yang paripurna, pembelajaran paripurna yang meliputi seluruh kajian ilmu baik dari kebahasaan sampai tujuan ayat yang disampaikan tuntas oleh Ponpes mampu menjawab modus modus Para radikalis yang mengutip ayat secara sepotong sepotong.
Yang kedua Sanad Keilmuan yg Mutawatir atau tidak terputus sampai Nabi Muhammad SAW.
Ia melanjutkan, faktor ini sangat penting karena runtutnya sanad atau dasar keilmuan yg tidak terputus ini akan mampu memastikan bahwa amal dan fikiran serta gerakan para santri selalu berdasarkan Aturan agama yang tepat dan bukan mahirkan tafsir tafsir sendiri hal ini penting untuk menangkal kelompok radikal yang mengatasnamakan perbuatan nabi atau sahabat nabi sebagai dasar tindakan radikalisme mereka.
“Yang ketiga ketaatan kepada para pemimpin, nilai taat inilah yang kemudian akan menjamin para santri tidak akan berkonfrontasi dengan pemerintah tapi justru dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan atau pemimpin, manakala terjadi ketidaksmaan persepsi maka langkah dialogis akan lebih diutamakan dari pada mengeluarkan cacian dan umpatan. Pendeknya ponpes adalah kawah candradimuka bagi keberlangsungan Nilai nilai kebangsaan dan kearifan bangsa Indonesia ini,” tuturnya.
Dalam sesi akhir kapolres juga berharap kepada Para pengasuh Ponpes untuk bekerjasama dalam ikut menangkal penyebaran Covid 19.
Apalagi saat ini Lamtim berada di zona merah, terus lakukan upaya pencegahan baik melalui dzikir secara pribadi yang terkolektif.
“Atau bahkan aksi aksi nyata dengan mendukung upaya pemerintah dalam menangkal Covid-19 ini. Kami berharap tidak ada cluster santri di Lamtim.”
(fen/WII)





