Tak Terganjal Corona, Disporapar Punya Terobosan Jitu Promosi Wisata Lambar

281

Tri Umaryani. Foto sebelum pandemi (ist)

LIWA, WAKTUINDONESIA – Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lampung Barat di tengah pandemi pandemi corona virus terus melakukan terobosan promosi pariwisata.

Berbagai gagasan Kepala Disporapar Tri Umaryani, bersama Bidang Pemasaran Pariwisata muncul.

Di awal tahun ini, pemasaran potensi pariwisata dan keragaman budaya digenjot melalui program ‘One Day One Posting‘.

Menurut Kabid Pemasaran Pariwisata, Endang Guntoro mendampingi Kadis Tri Umaryani, Rabu (10/2), program dimaksud merupakan gagasan promosi yang dinilai paling efektif di era kekinian.

Progra ini memanfaatkan dan memaksimalkan media sosial melalui postingan foto dan atau video mengenalkan potensi pariwisata dan keragaman budaya di Bumi Dekala Bekhak, pada akun para penggiat pariwisata.

“Seperti @pariwisata_lampungbarat @genpi_lampungbarat dan akun seluruh kelompok sadar wisata melakukan minimal satu unggahan foto dan atau video mengenalkan wisata dan budaya di bumi sekala bekhak berikut keterangan narasi dan informasi lainnya, seperti apa saja yang bisa dilakukan, berapa jarak tempuh dari ibukota kabupaten, berapa tarif masuk (jika ada tarif), berapa jasa ojek (jika harus menggunakan ojek) dan informasi lainnya, sehingga keterangan dari foto tersebut bisa sampai dan menjadi informasi yang berguna bagi para calon wisatawan yang akan berkunjung,” ujar Kabid Endang.

Dikatakan, sebagai rangkaian one day one posting, digagas pula sebuah program we go to school, sebuah program wisata edukasi yang akan melibatkan unsur satuan pendidikan melalui siswa.

“Yang di masa pandemi ini akan kami coba dengan sebuah wisata virtual, sebagai pilot project. Kami akan bekerjasama dengan pihak BBTNBBS dengan objek Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS),” kata dia.

BACA JUGA:  Lokasi Wisata di Pesawaran Dibuka Bersyarat, Sekkab Kesuma Dewangsa Tegaskan Ini

Menurut Endang, gagasan ini lagi-lagi muncul dari kadisporapar hijaber itu.

“Sebuah program mendukung kabupaten literasi dan kabupaten konservasi, yaitu bagaimana siswa mengenal pariwisata alam dan budaya melalui melihat dan membaca serta bagaimana pentingnya sebuah komitmen kabupaten konservasi.”

Diungkapkan, dalam program itu disporapar akan melibatkan dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga Dinas Kominfo.

“Program pemasaran melalui media sosial dan penggunaan sarana ITE tentu mengamini keinginan bapak bupati bahwa semua kita harus ‘melek teknologi’, berlari mengikuti perkembangan kecanggihan era sekarang, potensi kita akan dikenal dengan cepat oleh dunia luar melalui sarana medsos dan teknologi informasi,” pungkasnya.

(esa/WII)

Facebook Comments