Besiaplah! Tahun Ini Lambar bakal Gelar Sekala Bekhak Festival

  • Bagikan

LIWA, WAKTUINDONESIA – Jika tidak ada aral, Pemkab Lampung Barat (Lambar) bakal menghelat Sekala Bekhak Festival (SBF) di tahun ini, yakni di minggu kedua bulan Juli 2021.

Hal itu dijelaskan Kabid Pemasaran Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Endang Guntoro mendampingi Kadis Tri Umaryani, Kamis (18/2/21).

Menurut Kabid Endang, jika mulus, agenda tahunan itu rencananya digelar 12-14 Juli 2021.

Namun, karena masih di tengah pandemi, pihaknya kini tengah mempelajari konsep saat helatan itu.

“Mengingat masa pandemi belum tahu kapan akan berakhir, penyelenggaraan akan mencoba dengan Hybrid Concept, perpaduan antara offline dengan virtual, kita akan pelajari konsep ini lebih mendetail, karena konsep ini digagas oleh kemenparekraf untuk bagaimana cara kita tetap melaksanakan event-event tapi dengan sistem hybrid,” ujarnya.

Kabid Endang berharap eksistensi, kreatifitas para seniman dan para penggiat ekonomi kreatif tetap berjalan di masa pandemi.

Dikatakan, para penggiat ekrafpun bakal pihaknya dorong untuk bisa menjadi bagian dari festival tersebut dan mampu menjual hasil kerajinan ekraf melalui online.

Demikian juga dengan pelaku usaha pariwisata yang menjual destinasi wisata, diharapkan mampu menyesuaikan di era new normal ini, dengan sistem virtual tour (berwisata virtual) dengan cara berbayar.

Demikian juga halnya juga dengan para seniman, bisa mengadakan pegelaran seni pertujukan dengan berbagai atraksinya dan ditawarkan dengan hybrid concept tadi (penggabungan offline dengan virtual).

“Ini hal baru bagi kita, dan sangat sulit, tapi kita harus pelajari konsep ini dan kita harus terus belajar menyesuikan kondisi dan keadaan di masa era kebiasaan baru ini,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk penyelenggaraan SBF sendiri secara detail pihaknya belum membahas mekanisme acara detail.

BACA JUGA:  Disdikbud Lambar Sosialisasi Pemajuan Kebudayaan Desa di Kenali

“Namun dalam konsep kami, penyelenggaraan akan dihelat secara offline dan kita gabungkan dengan sistem virtual, sehingga kita bisa menghindarai kerumunan massa besar, dan di arena offline kita akan didukung penuh oleh pemprov lampung dan kemenparekraf untuk penyiapan CHSE (penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) sehingga area offline akan dijamin keamanannya,” tandasnya.

(esa/WII)

  • Bagikan