Salah seorang sumber terpercaya mengungkapkan, ada sejumlah dugaan suap yang mengalir dari supplier kepada oknum TKSK maupun oknum Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran untuk melancarkan aksinya.
“Sejenis komitmen tidak tertulis, setau saya ada itu mas, coba nanti mas telusuri, buat TKSK berapa buat dinas berapa, jumlahnya beraneka ragam, ada yang 3 ribu ada yang 5 ribu per KPM,” ungkapnya.
Dirinya mengaku tidak heran jika nominal bantuan kepada KPM tidak sampai Rp 200.000,- sebagaimana mestinya karena sudah banyak setoran yang diberikan untuk memastikan posisi supplier tetap dapat menyuplai barang di 3 Kecamatan tersebut.
“Ya belum fee E-warong, oknum TKSK dan oknum Dinas itu, wajar saja jika jumlah komponen tidak sesuai,” tandasnya.
Saat di konfirmasi, TKSK Punduh Pedada Sriyono berkilah adanya fee kepada dirinya dari suplayer, hanya saja menurutnya ada uang transport dan bensin yang diterima dari suplayer kepada TKSK.
“kami hanya mengandalkan tali asih dari Kemensos mas, kalau fee dari suplayer tidak ada, mas tanya saja dengan supplier,” kilahnya.
Sedangkan pengurus CV SMS sebagai supplier BPNT di 3 Kecamatan, Dedi sulit untuk dihubungi saat dikonfrontir.
(Apr/rob/WII).





