Dikesempatan lain waktu dirinya akan menyampaikan bahwa pandangan orang yang menanggap seorang polisi Thogut itu salah setelah dirinya singgah dirumah Tahfidz.
“Dulu saya punya semangat beragama bahkan berlebihan, yaitu saya memperjuangkan agama islam dan lalai dalam kehidupan bernegara,” ujarnya.
Islam itu indah dan jangan sampai kita berlebihan memahami agama sehingga mendalami agama yang ekstrim dan oleh sebab itu kita harus tau porsi untuk dunia dan akhirat.
“Saya yakin akan tercipta kekuatan umat dan bangsa pada saat terjadi sinergi ini antara agama dan bernegara,” ungkapnya.
Dirinya juga menyampaikan secara pribadi, percaya pesantren tersebut pengurusnya memiliki pemahaman pembelajaran Alquran yang sangat baik dan tau cara mengamalkan Alquran.
“Secara pribadi semakin yakin bahwa pemahaman dulu itu sangat salah dalam artian mengelompokan Muslim contohnya muslim yang latar belakangnya aparat merupakan muslim yang salah,” tambahnya.
“Saya punya pondok pesantren di Cianjur yang latar belakang sebelumnya berpaham pada Isis dan setelah 3 tahun saya menjadi pengelola Pondok pesantren tersebut alhamdulillah sudah bersumpah pada NKRI dan pada 17 Agustus 2020 kemarin melaksanakan upacara hari kemerdekaan,” tutupnya.
(Apr/Rob/WII)





