Bupati RAS Sampaikan LKPJ 2020, Simak Penjelasannya

  • Bagikan

WAYKANAN, WAKTUINDONESIA – Bupati Way Kanan Lampung, Raden Adipati Surya (RAS) meyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2020 di ruang rapat utama DPRD setempat, Selasa (30/3/21).

Menurut Bupati RAS, LKPJ itu merupakan manifestasi dari pelaksanaan Undang-Undang (UU) No. 23/2014, sebagaimana diubah dengan UU No 9/2015 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah (PP) No. 13/2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 18/2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No 13/2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Dikatakan, LKPJ antara lain memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, hasil pelaksanaan tugas pembantuan dan penugasan.

“Seperti sama-sama kita ketahui pada tahun 2020, terjadi Pandemi Covid 19 yang mempengaruhi hampir keseluruhan sendi kehidupan. Akibat pandemik covid 19 tersebut telah membuat tekanan berat bagi pelaksanaan pembangunan di daerah. Berkurangnya pendapatan yang berasal dari dana transfer dan adanya kebijakan refocusing serta realokasi anggaran tidak hanya menyebabkan penundaan beberapa agenda pembangunan daerah, tetapi juga terjadi perubahan skenario pembangunan,” jelas Bupati RAS.

Dujelaskan, Penduduk Kabupaten Way Kanan tahun 2020 hasil sensus penduduk oleh BPS berjumlah 473.575 jiwa yang terdiri dari 242.874 jiwa penduduk laki-laki dan 230.701 jiwa penduduk perempuan, bila dibandingkan dengan penduduk pada tahun 2019 yang berjumlah 450.109 dengan jumlah penduduk laki-laki 231.494 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 218.615 jiwa.

Dari sisi pembangunan sumberdaya manusia, sabungnya  juga terus dilakukan, hal ini terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia yang pada tahun 2019 sebesar 67,19 meningkat menjadi 67,44 pada tahun 2020.

“Terjadinya pandemic dan resesi ekonomi berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Way Kanan, dimana pada tahun 2019 masih tumbuh sebesar 5,17% namun pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 1,16%. Selain itu juga berpengaruh pada PDRB Perkapita Kabupaten Way Kanan yang pada tahun 2019 masih sebesar Rp. 31.101.996 menurun menjadi Rp. 30.925.573 di tahun 2020.”

BACA JUGA:  Warung Remang-Remang di Way Tuba Ditutup, Ini Kata Polisi-Camat

Sedangkan untuk PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Kabupaten Way Kanan terus meningkat meskipun relatif kecil dari tahun 2019 sebesar Rp13,999 triliun meningkat menjadi Rp14,037 triliun.

“Untuk kesejahteraan masyarakat juga semakin membaik, hal ini terlihat dari menurunnya angka kemiskinan, yang pada tahun 2019 angka kemiskinan sebesar 13,07% menurun menjadi 12,90% pada tahun 2020.”

“Dari berbagai indikator makro tersebut di atas, kita semua dapat melihat, bahwa pembangunan di Kabupaten Way Kanan telah berlangsung cukup dinamis, dengan berbagai pertumbuhan dan target-target yang telah dicapai,” tutupnya.

(ndo)

  • Bagikan