Dia mengajak segenap pihak prihatin dan berdoa agar pandemi itu segera berlalu.
“Sehingga kehidupan kita kembali normal dan daerah kita menjadi kabupaten yang baldatun thoyyibatun wa rabbhun ghaffur.”
Dia juga menjelaskan kalau pelaksanaan ibadah umroh untuk tahun 2020 dan 2021 ditunda.
Itu karena 20 negara di dunia termasuk Indonesia oleh Arab Saudi belum diizinkan terkait wabah pandemi Covid-19.
Terkait maraknya radikalisme akhir-akhir ini, Parosilinta para tokoh agama menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Jika terdapat indikasi radikalisme di lingkungan kita, segera koordinasikan kepada peratin, bhabinsa, bhabin lamtibmas atau camat untuk segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi,” tegasnya.
(aga/WII)





