Menurut Bintang, keberadaan kampoeng Tangguh sebagai tempat edukasi bagi masyarakat agar tetap semangat ditengah pandemi Covid-19 serta mampu beradaptasi dengan era new normal.
“Keberadaan kampoeng Tangguh harus memberikan banyak manfaat dan dampak perubahan positif bagi warganya,” kata Alfian Bintang.
“Keberadaan kampoeng Tangguh sebagai respon atas kekhawatiran masyarakat terhadap dampak pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 lalu, menyebabkan terjadinya krisis kesehatan yang turut berdampak terhadap merosotnya perekonomian masyarakat.”
“Mudah-mudahan keberadaan kampoeng Tangguh sebagai desa percontohan bagi kampoeng lainnya, yakni tangguh di bidang pangan, tangguh keamanan, tangguh kesehatan dan tangguh ekonomi,” tutup Alfian Bintang.
Simbol terwujudnya program kampoeng Tangguh ini ditandai dengan penyerahan langsung bantuan bibit ikan nila, bibit jagung dan pepaya kepada masyarakat.
(fie)




