Lebih jauh Dang Mek menguraikan, bahwa adanya kerjasama bidang ticketing dengan Wings Air, itu bisa saja dilanjut meski harus diredesign atau dikaji ulang lagi, akan tetapi fokusnya pada bidang usaha baru.
Peluang lain yang sangat dimungkinkan dikerjasamakan karena memang komoditas tersebut cukup tersedia di perairan Krui, tambahnya, misalnya penampungan hasil luat berupa lobster atau gurita dan lain sebagainya.
“Jadi orientasi kita ekspor. Studi banding dulu ke Singapur, misalnya, menjajaki pangsa pasar di sana. Soal pengumpul saya bisa bantu. Bahkan, untuk gudang saya sanggup menyiapkannya,” pungkas Dang Mek.
Sebagaimana diberitakan terdahulu, kinerja BUMD PT. KSM milik pemkab yang sempat disapih selama dua tahun anggaran, masing-masing tahun 2019 Rp3 miliar dan tahun 2020 Rp2 miliar, tak menampakkan kinerja positif.
Jumlah dana sebagian masuk pos anggaran penggajian direksi yang terdiri atas komisaris utama, komisaris, direktur utama, direktur operasional, dan 16 staf berbagai tingkatan selain yang masuk pos subsidi ke Wings Air dan sebagainya.
Sementara gaji untuk seorang direktur utama mencapai Rp23 juta per bulan. Sebuah pendapatan yang luar biasa besar jika dibandingkan kinerjanya yang tak kunjung menampakkan hasil positif. Itu pula yang melandasi komisi II mengkritisinya.
(aga/WII)





