KRUI, WAKTUINDONESIA – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Lampung, Aris Ikhwanda, merasa terusik atas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Krui Sukses Mandiri (KSM) milik pemkab setempat yang tak kunjung menunjukkan prestasinya.
Jangankan prestasi atau keuntungan, perusahaan pelat merah itu juga bisa diibaratkan ‘hidup segan mati tak mau’.
Betapa tidak, perusahaan yang resmi beroperasi sejak dua tahun lalu dengan suntikan dana fantastis dari pemkab melalui APBD 2019 dan APBD 2020 itu, kini membayar gaji karyawannya pun kesulitan.
BACA: Apa Kabar BUMD PT. KSM, Bela: Kami Sudah 4 Bulan Tidak Gajian
“Seharusnya kan tidak demikian. Bahkan, hemat saya kalau sudah memasuki tahun kedua sudah ada keuntungan,” ujar anggota Komisi II dan Banggar DPRD Pesibar, Aris Ikhwanda, Jumat (23/4/21).
Menurut Dang Mek–panggilan akrab Ketua DPC PBB Pesibar tersebut, hal itupun telah disampaikannya pada rapat Banggar yang dihadiri Pj Bupati Bambang Sumbogo dan Komisari Utama Zukri Amin beberapa waktu lalu.
Dimana intinya, pengelolaan BUMD harus segera menemukan jalan keluarnya. Sebab, tandas dia, tidak mungkin perusahaan itu akan disubsidi setiap tahun, sementara kinerjanya nihil.
“Jadi, direksi harus memutar otak agar BUMD menghasilkan. Cari bentuk usaha lain yang menguntungkan BUMD dan masyarakat. Misalnya pengelolaan hasil laut berorientasi ekspor yang cukup tersedia di Krui,” beber Dang Mek.





