KRUI, WAKTUINDONESIA – Dampak pandemi Covid-19 memang luar biasa.
Menyeruak, mengusik, bahkan mematahkan kematangan rencana yang telah disusun sedemikian rupa.
Tak terkecuali dengan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Krui Sukses Mandiri (KSM) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar).
Perusahaan yang dibentuk per 31 Desember 2018 itu, kini tampak masih tetap bertahan dalam kondisi yang dipaksa survive di tengah gempuran pandemi Covid-19.
Meski sempat jalan dan bertahan dengan infus yang diinjeksikan selama dua tahun anggaran, masing-masing tahun 2019 Rp3 miliar dan tahun 2020 Rp2 miliar, namun hal tersebut tak menampakkan kinerja yang berarti.
Betapa tidak, dana sejumlah itu sebagian besar tertelan pos penggajian direksi.
Sekadar diketahui, PT. KSM terdiri atas komisaris utama, komisaris, direktur utama, direktur operasional, dan 16 staf berbagai tingkatan.
Dikonfirmasi, Dirut PT. KSM Adilatama Belapasya–Bela–tak menampik hal tersebut. Menurutnya, hal yang paling berat bagi pihaknya adalah sejak adanya pandemi Covid-19.
Sejumlah program kerja yang telah dilakukan maupun yang tengah dijajaki dengan para pihak, nyaris semuanya gagal.





