“Sampai sekarang hanya KUAT (Kawasan Usaha Agro Terpadu) yang masih berjalan. Di KUAT ada 50 pekerja. Prospek KUAT yang memproduksi cocofeat dan serat, alhamdulillah masih bertahan. Bahkan akan ada penambahan unit mesin lagi untuk meningkatkan produksi,” ujar Bela.
Bela mengakui jika pendapatan dirinya (gaji) perbulan selama tahun pertama 2019 mencapai Rp23 juta.
Akan tetapi masuk pada tahun kedua 2020 berkurang hingga 60 persen.
“Kalau gaji Direktur Operasional 90 persen dari gaji dirut, dan gaji pegawai sesuai standar UMR, terganung tingkat dan tanggung jawabnya juga, tidak sama,” tandas Bela.
Di akhir penjelasannya, Bela mengakui jika pada pengajuan anggaran 2021 mencapai Rp6 miliar.
“Tapi pengajuan 2021 tidak disetujui. Dan untuk diketahui, kami sudah empat bulan belum gajian, terhitung sejak Januari 2019,” pungkasnya.
(aga/WII)





