“Awal mula saya mendengar ibunya Ros menjerit histeris dan langsung saya lihat Ros sudah tergeletak, karena bambu di kamar Ros yang dipakai untuk mengikat tali dasi itu patah, kejadian sekitar pukul 16.00 dan mukannya sudah membiru,” katanya.
Selvi tak menyangka Ros senekat itu. Terlebih, sikap Ros tak menunjukkan gelagat aneh sebelum ia memutuskan menyudahi hidupnya sendiri.
Ros terlihat seperti biasanya tak tampak gelisah, tidak murung. Tetapi memang Ros diakui termasuk pribadi yang tertutup.
“Sebelumnya Ros tidak terlihat murung, memang kesehariannya Ros sangat tertutup, meskipun ada masalah ia tetap biasa saja, tidak pernah ingin cerita kepada siapa siapa,” ujarnya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Kedondong Bripka Andhika Ramadhona, taj membantah kejadian pilu itu.
Bahkan insiden itu tengah ditangani pihaknya dibantu tim Inafis Polres Pesawaran.
“Kejadian ini masih kami selidiki dan meminta keterangan saksi-saksi, dan masih menunggu hasil dari tim Inafis Polres Pesawaran,” pungkasnya.
(apr/WII)





