Diketahui, lima anak murid tersebut memecahkan kaca sekolah menggunakan ketapel, kelimanya adalah WR, YP, IL, IK dan DN.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran Fauzan Suaidi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi mengenai kelima siswa yang tidak naik pada tahun ajaran 2020-2021.
“Seharusnya persoalan tersebut diselesaikan dengan beberapa solusi yang mendidik dan sesuai dengan kaidah pendidikan,” katanya.
“Harusnya bisa diatasi dengan memberikan tugas pelajaran kepada siswa yang dimaksud, jadi tetap naik kelas namun dengan syarat karena memang siswa tersebut tidak mengerjakan soal saat ulangan atau ujian kenaikan kelas yang berlangsung secara daring,” timpalnya.
Menuruntnya, tidak ada tuntutan dari pihak sekolah usai kejadian pemecahan kaca tersebut.
“Kalau soal kaca itu tak ada masalah, kita tidak akan tuntut menuntut namanya juga anak-anak,” ujarnya.
“Yang kita tekankan saat ini adalah bagaimana cara anak tersebut tetap bersekolah untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi karena kita tidak tahu kedepannya mereka akan seperti apa, siapa tau mereka semua akan menjadi orang hebat,” tutupnya.
(Apr/WII).





