“Saya berharap kerjasama ini sama-sama saling menguntungkan masing-masing pihak,” pintanya.
Sementara Direktur Utama PT Biomasa ENJ R Prabawa, memaparkan Wood Pellet adalah salah satu bahan bakar alternatif yang terbuat dari serbuk kayu, atau bahan kayu, sebagai salah satu alternatif bahan bakar pengganti batu bara.
Bahan baku untuk membuat Wood Pellet ini berasal dari limbah kayu dan juga limbah industri lainya, yang diperlu diperhatikan adalah bahan kayu tersebut mempunyai kadar ligan yang cukup tinggi, sebagai zat perekat alami.
“Ada banyak manfaat dapat dirasakan oleh pengguna, dapat digunakan untuk menghangatkan ruangan, memasak diatas kompor, burner dan lainnya,” paparnya.
Direktur R Prabawa juga menjelaskan letak lokasi pembangunan pabrik Wood Pellet yang berada di Pekon Sumberagung Kecamatan Ngambur, dengan luas tanah seluruhnya 20 ribu meter persegi.
Adapun manfaat dan kesimpulan pembangunan pabrik Wood Pellet antara lain penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan ekonomi masyarakat petani penggarap, meningkatkan pertumbahan ekonomi di desa-desa sekitar hutan, konservasi dengan menanam kaliandra, gamal, sengon dan pohon-pohon kayu lainya, meningkatkan hutan lestari, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Laporan: Novan Erson
Editor: Merli Sentosa





