“Karena, jika dilihat dari sisi fasilitas yang ada tentu dibangun tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, termasuk biaya perawatannya pun cukup luar biasa. Inipun patut diapresiasi boleh perlu diberikan penghargaan sebagai pahlawan mangrove,” ungkapnya.
Meskipun sudah cukup dikenal, tentu sangat mensupport destinasi wisata mangrove ini agar lebih maju dan berkembang sebagai destinasi wisata terbaik agar perekonomian masyarakat Desa meningkat.
“Ya, tentunya ikut ambil bagian membantu mempromosikan wisata ini, apalagi telah bekerjasama dengan Polinela dan disupport salah satu dosen program perjalanan wisata. Disisi lain pengurus dan warganya pun ramah-ramah. Karena kita lihat langsung mulai dari pintu masuk, tracking maupun penanaman mangrove,” tandasnya.
Sementara itu, Pelestari Mangrove Petengoran Desa Gebang, Toni Yunizar menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas supportnya dari salah satu Finalis Putri Ekowisata II Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021.
“Terima kasih kepada Mbak Yulia Astuti menempatkan wisata Mangrove Petengoran sebagai salah satu media sarana di ajang Putri Ekowisata II Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021. Semoga Wisata Mangrove Petengoran menjadi terbaik,” ujarnya.
mangrove petengoran yang dahulunya terbilang zona endemis malaria/DBD tertinggi termasuk di Teluk Pandan, namun setelah dirawat dan dijaga sampai dipertahankan kawasan mangrove ini menjadi wajah destinasi wisata tanpa merubah alam yang ada.
“Alhamdullilah berkat dijaga, dirawat, dan difungsikan pelestariannya, hutan mangrove tetap utuh dan alami sehingga dapat menurunnya endemis malaria dan DBD, yang saat ini dirasakan warga,” pungkasnya.
(Apr/WII).





