Finalis Puteri Ekowisata Lampung Terkesan Wisata Mangrove Teluk Pandan

  • Bagikan

TELUKPANDAN, WAKTUINDONESIA – Wisata Mangrove Petengoran, Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran menjadi primadona wisatawan.

Salah satunya dari finalis Puteri Ekowisata Tingkat Provinsi Lampung tahun 2021 melirik destinasi wisata mangrove di Bumi Andan Jejama tersebut.

Hal tersebut diketahui, saat finalis Puteri Ekowisata tingkat Provinsi Lampung Yulia Astuti, melakukan penanaman mangrove, foto dan pembuatan video di wisata setempat.

“Ya, saya hadir disini memanfaatkan sarana destinasi wisata mangrove sebagai profil diri, dan media sarana pembuatan video, karena disini menakjubkan, selain pemandangannya bagus dan indah, juga banyak sport -sport yang bisa kita manfaatkan,” ujarnya, Minggu (27/6/2021).

Menurutnya, setelah berkeliling ke lokasi destinasi wisata disini, ternyata disini sungguh wah, tak diragukan lagi, merasakan kesejukan dan ketenangan dengan memandang luasnya hutan mangrove dan air laut nan indah dalam alam bebas.

“Kami merasakan disini seperti dirumah sendiri dalam suasana bebas, indah, bersih, aman dan nyaman, ditambah adanya ruang edukasi penanaman mangrove. Ini merupakan bukti nyata hutan mangrove tetap utuh dan tidak punah,” jelasnya.

Tidak itu saja, sambung Yulia, inipun suatu bukti bahwa kerja kerasnya tim pelestari mangrove dan warga konsen dalam menjaga kawasan hutan mangrove dan ekosistem lainya agar tidak rusak sepertinya dirintis sejak awal namun dapat memberikan sisi ekonomi.

“Selain menjaga hutan bakau atau mangrove tetap utuh dan alami, tentunya juga ada sisi ekonomi, bahkan dapat menekan wabah endemis malaria/DBD di wilayah pesisir ini,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjutnya, wajar saja wisata magrove Petengoran cukup diikenal, namun tinggal melengkapi fasilitas sarana dan wahana wisata yang ada tanpa merusak alam di sekitarnya.

“Karena, jika dilihat dari sisi fasilitas yang ada tentu dibangun tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, termasuk biaya perawatannya pun cukup luar biasa. Inipun patut diapresiasi boleh perlu diberikan penghargaan sebagai pahlawan mangrove,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Saat Operasi Yustisi Polres Pesawaran, Sandal dan Celana Sepasang Muda-Mudi Ini Menarik Perhatian

Meskipun sudah cukup dikenal, tentu sangat mensupport destinasi wisata mangrove ini agar lebih maju dan berkembang sebagai destinasi wisata terbaik agar perekonomian masyarakat Desa meningkat.

“Ya, tentunya ikut ambil bagian membantu mempromosikan wisata ini, apalagi telah bekerjasama dengan Polinela dan disupport salah satu dosen program perjalanan wisata. Disisi lain pengurus dan warganya pun ramah-ramah. Karena kita lihat langsung mulai dari pintu masuk, tracking maupun penanaman mangrove,” tandasnya.

Sementara itu, Pelestari Mangrove Petengoran Desa Gebang, Toni Yunizar menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas supportnya dari salah satu Finalis Putri Ekowisata II Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021.

“Terima kasih kepada Mbak Yulia Astuti menempatkan wisata Mangrove Petengoran sebagai salah satu media sarana di ajang Putri Ekowisata II Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021. Semoga Wisata Mangrove Petengoran menjadi terbaik,” ujarnya.

mangrove petengoran yang dahulunya terbilang zona endemis malaria/DBD tertinggi termasuk di Teluk Pandan, namun setelah dirawat dan dijaga sampai dipertahankan kawasan mangrove ini menjadi wajah destinasi wisata tanpa merubah alam yang ada.

“Alhamdullilah berkat dijaga, dirawat, dan difungsikan pelestariannya, hutan mangrove tetap utuh dan alami sehingga dapat menurunnya endemis malaria dan DBD, yang saat ini dirasakan warga,” pungkasnya.

(Apr/WII).

  • Bagikan